Bocoran dari Asesor: Tips Menyusun Portofolio APL 01 & 02

Bocoran dari Asesor: Tips Menyusun Portofolio APL 01 & 02

Bocoran dari Asesor: Tips Menyusun Portofolio APL 01 & 02

Pendahuluan: Gerbang Pertama Kelulusan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam Kompeten! Halo Rekan Pejuang Sertifikasi. Banyak peserta gagal sebelum bertanding. Bukan karena tidak pintar. Tapi karena berkasnya berantakan. Formulir APL 01 dan APL 02 adalah "tiket masuk" Anda. Jika tiket ini bermasalah... Asesor bisa menolak menguji Anda. Mari kita bedah rahasianya.

APL 01: Identitas & Bukti Dasar

Bocoran dari Asesor: Tips Menyusun Portofolio APL 01 & 02 APL 01 adalah Formulir Permohonan. Isinya data diri dan bukti persyaratan dasar. Tips kuncinya:

1. Relevansi Ijazah & Pengalaman.

Jika syaratnya "D3 Kimia + 2 Tahun Pengalaman"... Jangan lampirkan pengalaman kerja sebagai Admin Gudang. Lampirkan Surat Keterangan Kerja (Paklaring) yang spesifik menyebut jobdes lingkungan.

2. Pas Foto Terbaru.

Jangan pakai foto selfie. Ini sertifikat negara, pakai foto formal background merah.

Lihat juga : Jangan Sampai Salah Kamar: Bedanya POPAL dan PPPA

APL 02: Asesmen Mandiri (The Soul)

Bocoran dari Asesor: Tips Menyusun Portofolio APL 01 & 02 Ini adalah "Jantung" dari sertifikasi. Di sini Anda diminta menilai diri sendiri. Ada dua kolom: K (Kompeten) dan BK (Belum Kompeten).

RAHASIA ASESOR: Anda WAJIB mencentang semua kolom "K". Jika ada satu saja centang "BK", Maka Anda otomatis dinyatakan BELUM SIAP uji kompetensi.

Tapi ingat... Setiap centang "K" harus ada buktinya.

Menyusun Bukti Portofolio (VUK)

VUK adalah Validasi Unit Kompetensi. Banyak yang bertanya: "Mister Anggi, bukti apa yang paling kuat?" Hierarki bukti dari yang terkuat:

1. Produk Asli: Laporan IPAL yang Anda tanda tangani.

2. Logbook: Catatan harian operasional (pH harian, debit air).

3. Foto Kerja: Foto Anda sedang mengambil sampel (bukan foto narsis).

4. SOP: Dokumen prosedur yang berlaku di kantor.

TIPS MAHAL: Susun bukti sesuai kode Unit Kompetensi. Jangan biarkan Asesor mengaduk-aduk tumpukan kertas Anda. Berilah "Sticky Note" atau pembatas warna-warni. Asesor yang senang melihat kerapian, biasanya lebih "lunak" saat bertanya.

Hindari Jebakan "Klaim Palsu"

Jangan pernah melampirkan dokumen orang lain. Misal: Laporan Laboratorium tahun 2018. Padahal Anda baru masuk kerja tahun 2020. Asesor sangat jeli melihat tanggal. Sekali ketahuan berbohong... Integritas Anda hancur.

Lihat juga : Investasi Leher ke Atas: Apakah Sertifikat BNSP Menjamin Gaji Naik?

Refleksi Spiritual: Siddiq (Jujur)

Mengisi APL 02 adalah latihan kejujuran (Siddiq). Apakah kita benar-benar mampu? Atau hanya mengaku-ngaku mampu? Sertifikat yang didapat dari kebohongan tidak akan berkah. Gajinya mungkin nikmat, tapi tidak menentramkan hati. Isilah dengan jujur, lengkapi kekurangannya dengan belajar.

Kesimpulan & Saran

Bocoran dari Asesor: Tips Menyusun Portofolio APL 01 & 02 Rekan Profesional. Jangan anggap remeh pemberkasan. Portofolio yang rapi mencerminkan cara kerja yang rapi. Buatlah Asesor terkesan sejak pandangan pertama pada berkas Anda.

Lihat juga : Bukan Sekadar Kertas: Kewajiban Hukum Punya Personil Bersertifikat

Anda pusing melihat lembaran APL 01 & 02 yang tebal? Takut salah centang atau salah lampir bukti? Saya punya "Panduan Pengisian APL 01 & 02 + Contoh Bukti Portofolio". Tinggal contek polanya. Klik tombol di bawah ini: Download Template APL Gratis

Administrasi Rapi, Lulus Pasti! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.